Pernahkah kau mengalami sebuah perjalanan yang cukup panjang?
Ya, sangat panjang dan lama, hingga kau sadar atau tidak, kau jalani perjalanan itu selama 3 tahun.
Perjalanan itu bukan berarti kau sedang mendaki ke puncak gunung tertinggi, melintasi berbagai benua, mengarungi samudra terdalam, atau mengendarai mobil dan kau melihat spedometer mu sudah menunjuk angka 1089 km. Bukan itu.
Perjalanan panjang ini hanya dilakukan disebuah bangunan yang sama, kelas yang sama, bangku dengan coretan yang sama, serta teman yang sama pula.
Perjalanan yang tak terukur oleh jarak, tapi hanya bergantung pada waktu yang tak akan bisa kau paksa untuk berhenti.
Terlihat memuakkan memang. Lalu apa menariknya?
Tapi siapa yang tahu jika tanpa kau sadari, 3 tahun sudah mampu mengubah karakter seseorang menjadi lebih dewasa, bukan hanya bertambah umur, tetapi juga bertambah wawasan, dan mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
Entah perbedaan itu terlihat kasat mata, atau hanya mimpi diakhir musim panas, dan ketika kau terbangun diesok paginya, kau tak mengingat apapun yang kau alami dalam mimpi itu.
Ketika kata teman, sahabat, enemy, relationship, waiting, move on, heartbreak, atau friendzone, bukan hanya sekedar mampir ke telingamu, atau sekelebat lewat dikedua matamu.
Kau tak perlu repot men-search kata-kata semacam itu digoogle, karena memang terkadang google hanya mampu memberi ribuan kata, tapi tanpa mampu mengisyaratkan makna.
Kau bahkan sudah pernah merasakannya. Mungkin.
Tentang apa yang selama ini you just felt it's nothing, but actually, it's mean everything.
Ketika disuatu sore nanti, pikiran mu tanpa sadar melayang-layang, berjalan kembali ke masa lalu, dan kau baru menyadari sesuatu yang mungkin cukup berharga tapi kau sia-siakan. Kau biarkan itu berlalu begitu saja seperti angin yang semilir tanpa diundang.
Setidaknya, kau akan punya cerita tersendiri tentang hal-hal kecil yang tak sengaja lewat diperjalananmu itu. Entah seperti apa, entah berwujud apa, entah bagaimana kau mengabadikannya, tapi kau jelas mengingatnya.
Dan setelah 3 tahun berlalu, Perjalanan itu tidak berakhir begitu saja, tidak berakhir seperti kau menutup lembaran buku novel best seller yang beralur rumit, tapi berakhir bahagia.


3 komentar:
ampun qaqaaa mau nangis:')))
yaelaah satu koment aja mbaknyaa :D
comel amat sih raar ;;) kesambet apaan?? :D
Posting Komentar